IQRA' BISMI RABBIK ...

IQRA' BISMI RABBIK ...

SHARE MY LINK

Pengunjung :

ISLAMIC FILES (video-mp3-doc-pdf-etc)

Selasa, 01 Desember 2009

Perempuan Perawi Hadits

Apr 18, '08 3:05 AM
for everyone
Oleh : Dr. H. Agung Danarta, M.Ag

Sahabat perempuan yang meriwayatkan Hadits dan ditulis dalam Al-Kutub At-Tis’ah berjumlah 132 orang. Periwayat terbanyak adalah ‘Âisyah binti Abû Bakar, kemudian Hindun binti Abî Umayyah (Ummu Salamah). Keduanya merupakan istri Nabi saw. Kemudian berturut-turut Asma’ binti Abû Bakar, Zainab binti Abû Salamah, Maimunah binti al-Hârits, Hafshah binti Umar, Ramlah binti Abî Sufyan (disebut ketiga terakhir ini semua adalah para istri Nabi). Disusul Ummu ‘Athiyah, Shafiyyah binti Syaibah, dan Fahitah binti Abî Thalib.
Dari sepuluh periwayat perempuan yang meriwayatkan Hadits terbanyak periode sahabat ini, 5 di antaranya adalah para istri Nabi, satu orang lainnya adalah anak tiri Nabi (Zainab binti Abû Salamah), satu orang sepupu Nabi (Fahitah binti Abû Thalib), dan satu orang kakak ipar Nabi (Asma’ binti Abû Bakar). Hanya dua orang di antaranya yang tidak ada hubungan keluarga dengan Nabi, yaitu Nasibah binti Ka’ab (Ummu ‘Athiyah) dan Shafiyyah binti Syaibah.

Istri-Istri Nabi
Istri-istri Nabi adalah orang yang paling banyak bergaul dengan Nabi. Mereka memiliki banyak keistimewaan dibanding dengan sahabat lain dalam menerima Hadits Nabi. Mereka adalah orang yang paling tahu tentang kehidupan rumah tangga Nabi dibanding sahabat lainnya, di samping Hadits-hadits lainnya karena intensitas pertemuan dengan Nabi.

1. ‘Âisyah
‘Âisyah adalah tokoh utama dalam periwayatan Hadits dari kalangan sahabat perempuan Nabi. Hampir semua bab (kitab) yang terdapat dalam Al-Kutub At-Tis’ah terdapat Hadits yang diriwayatkan oleh ‘Âisyah. Dia adalah Umm Al-Mu’minin, putri Abû Bakar, dan perempuan yang dicintai Rasulullah saw.
Dalam Al-Kutub At-Tis’ah, riwayat Hadits yang disandarkan kepada ‘Âisyah berjumlah 5965. Hadits-hadits ‘Âisyah tersebut tersebar dalam 293 tema (83, 6 %) selain yang terdapat dalam Musnad Ahmad, dari 354 tema yang terdapat dalam delapan kitab hadits sumber primer.

Hadits riwayat ‘Âisyah terdapat hampir pada semua tema (kitab) dalam Shahih Al-Bukhari, kecuali hanya dua tema saja yang di dalamnya tidak termuat hadits ‘Âisyah. Dalam Shahih Muslim terdapat dalam 43 tema (kitab) dari 55 tema. Dalam Sunan An-Nasaiy, terdapat dalam 41 tema dari 51 tema. At-Tirmizi memasukkannya dalam 38 dari 48 tema dalam kitab Sunan-nya. Ibn Majah meriwayatkan hadits ‘Âisyah ke dalam 30 tema dari 32. Sedangkan Abû Dawud memasukkannya dalam 29 tema dari 35 tema. Adapun Ad-Darimiy mentakhrijkannya dalam 20 tema dari 20 tema yang ada. Al-Muwatta’ memuat 20 tema dari 32 tema yang ada.

2. Hindun Binti Umayyah

Dari kalangan shahabiyah yang menempati posisi kedua dalam meriwayatkan Hadits adalah Hindun Abî Umayyah. Nama lengkapnya adalah Hindun binti Abî Umayyah ibn Al-Mughirah ibn ‘Abd. Allah ibn ‘Umar ibn Mahzum Al-Mahzumiyah. Ia mengikuti hijrah dua kali, ke Habasyah dan ke Madinah. Ia juga merupakan Umm Al-Mukminin yang dinikahi oleh Nabi pada tahun 4 setelah hijrah.
Dalam Al-Kutub At-Tis’ah, Hadits Nabi yang riwayatnya disandarkan kepada Hindun sebanyak 622 Hadits, 274 Hadits diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal. Hadits yang paling banyak ia riwayatkan langsung dari Rasulullah, dan sebagian kecil di antaranya ia riwayatkan dari Abû Salamah dan dari Fatimah binti Rasulullah. Adapun para murid yang meriwayatkan Hadits darinya antara lain adalah: dua orang putranya, yaitu ‘Umar dan Zainab binti Abû Salamah. Kemudian Ibn ‘Abbâs, ‘Âisyah, Abû Sa’id al-Khudriy, ‘Amir ibn Umayyah, Mus’ab ibn ‘Abdullah ibn Abî Umayyah, ‘Abdullah ibn Rafi’, Nafi’, Safinah, Abû Katsir, Ibn Safinah, Khairah Umm Al-Hasan Al-Basri, Sulaiman ibn Yasar, Usamah anak Zaid ibn Al-Haritsah, Hindun binti Al-Hârits, Shafiyyah binti Syaibah, Abû ‘Usman An-Nahdiy, Humaid dan Abû Salamah putra ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, Sa’id ibn Al-Musayyab, Abû Wail, Shafiyyah binti Muhshan, Asy-Sya’biy, ‘Abdurrahman ibn Abû Bakar, ‘Usman ibn ‘Abdillah ibn Mauhib, ‘Urwah ibn Zubair, Kuraib maula ibn ‘Abbâs, Qubaishah ibn Zuwaib, Nafi’ maula ibn ‘Umar, dan Ya’la ibn Mamlak.
Dari 622 Hadits yang diriwayatkan oleh Umm Salamah, 274 di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal. Sisanya terdapat dalam delapan kitab sumber primer lainnya yang terdistribusi dalam 120 bab dengan perincian sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari terdapat 49 Hadits yang termuat dalam 23 tema, Shahih Muslim memuat 42 Hadits riwayatnya yang terdapat dalam 15 tema, Sunan An-Nasai memuat 68 Hadits riwayatnya yang termuat dalam 17 tema, Sunan At-Tirmizi memuat 44 Hadits yang terdistribusi dalam 18 tema, Sunan ibn Majah memuat 52 Hadits riwayatnya yang terdistribusi dalam 15 tema, Sunan Abî Dawud memuat 53 Hadits yang termuat dalam 17 tema, Sunan Ad-Darimiy memuat 19 Hadits yang terdapat dalam 7 tema, dan Al-Muwatta’ memuat 15 Hadits dalam 8 tema.

3. Maimunah Binti Al-Harits

Maimunah binti Al-Hârits adalah istri Nabi. Ia menikah dengan Nabi pada tahun 7 H bulan Dzulqa’dah setelah diperbolehkan melaksanakan ‘umrah di Makkah sebagai kesepakatan dari perjanjian Hudaibiyah. Sebelumnya, ia telah menikah dengan Abû Rahm ibn ‘Abd. Al-‘Uzza sebelum masuk Islam. Ia wafat pada tahun 51 H.
Jumlah Hadits yang disandarkan kepadanya dalam Al-Kutub At-Tis’ah sebanyak 172 buah Hadits. Semuanya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan Hadits-Haditsnya adalah: putra saudari-saudarinya: ‘Abdullah ibn ‘Abbâs, ‘Abdullah ibn Syidad ibn Al-Hadi, ‘Abdurrahman ibn As-Saib Al-Hilaliy, Yazid ibn Al-Ashom; bekas budaknya: Nudbah, ‘Atha’ ibn Yasar, Sulaiman ibn Yasar; Ibrahim ibn ‘Abdullah ibn Ma’bad, Kuraib maula ibn ‘Abbâs, ‘Ubaidillah ibn As-Sibaq, ‘Ubaidillah ibn ‘Utbah, Al-‘Aliyah binti As-Sabi’, dan sebagainya.
Dari 172 Hadits yang disandarkan kepadanya, 60 Hadits ditakhrijkan oleh Ahmad ibn Hanbal yang disusun secara alfabetis. Sedangkan 112 Hadits lainnya ditakhrijkan dalam delapan kitab Hadits sumber primer lainnya. Shahih Al-Bukhari terdapat 22 Hadits yang termuat dalam 6 tema, Shahih Muslim memuat 20 Hadits riwayatnya yang terdapat dalam 9 tema, Sunan An-Nasai memuat 27 Hadits riwayatnya yang termuat dalam 11 tema, Sunan At-Tirmizi memuat 6 Hadits yang terdistribusi dalam 4 tema, Sunan ibn Majah memuat 11 Hadits riwayatnya yang terdistribusi dalam 5 tema, Sunan Abî Dawud memuat 13 Hadits yang termuat dalam 5 tema, Sunan Ad-Darimiy memuat 12 Hadits yang terdapat dalam 5 tema, dan Al-Muwatta’ memuat 1 Hadits dalam 1 tema.

4. Hafshah Binti ‘Umar Ibn Al-Khattab

Sebelum menikah dengan Nabi, Hafsah telah menikah dengan Khunais ibn Khudzafah ibn Qays As-Sahmiy Al-Quraisyi, seorang sahabat Nabi yang turut hijrah dua kali, ke Habasayah dan ke Madinah, serta ikut dalam perang Badar dan Uhud. Khunais meninggal setelah perang Uhud, sedangkan Hafshah berusia 18 tahun. Melihat anaknya menjanda dalam usia muda, ‘Umar gelisah dan menawarkan kepada Abû Bakar dan ‘Usman untuk menikahinya, tetapi keduanya tidak bersedia. Akhirnya Hafshah dinikahi oleh Nabi saw. Ia meninggal pada tahun ditundukkannya Afrika, yaitu tahun 45 H.
Hadits yang disandarkan kepada Hafsah yang terdapat dalam Al-Kutub At-Tis’ah semuanya berjumlah 147 Hadits. Hal ini membuktikan bahwa Hafsah termasuk salah seorang dari istri Nabi yang aktif meriwayatkan Hadits.
Hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah sebagian besar diriwayatkan langsung dari Nabi, dan sebagian lainnya dari ‘Umar ibn Al-Khaththâb. Adapun para sahabat yang meriwayatkan Hadits darinya adalah: saudaranya: ‘Abdullah ibn ‘Umar, anak saudaranya: Hamzah ibn ‘Abdullah ibn ‘Umar dan istrinya Shafiyyah binti Abî ‘Ubaid. Sedangkan dari kalangan tabi’in: Hâritsah ibn Wahab, Al-Muthallib ibn Abî Wada’ah, Ummu Mubasyir Al-Anshariyah, ‘Abdurrahman ibn Al-Hârits ibn Hisyam, Abdullah ibn Shafwan ibn Umayyah, dan sebagainya.
Dari 147 Hadits yang ia riwayatkan, 48 di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dalam kitab Musnad-nya. Adapun 99 Hadits lainnya terdistribusi dalam delapan kitab Hadits sumber primer lainnya dengan distribusi tema sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari terdapat 15 Hadits yang termuat dalam 7 tema, Shahih Muslim memuat 14 Hadits riwayatnya yang terdapat dalam 5 tema, Sunan An-Nasai memuat 40 Hadits riwayatnya yang termuat dalam 6 tema, Sunan At-Tirmizi memuat 3 Hadits yang terdistribusi dalam 2 tema, Sunan ibn Majah memuat 6 Hadits riwayatnya yang terdistribusi dalam 5 tema, Sunan Abî Dawud memuat 6 Hadits yang termuat dalam 4 tema, Sunan Ad-Darimiy memuat 4 Hadits yang terdapat dalam 2 tema, dan Al-Muwatta’ memuat 9 Hadits dalam 6 tema.

5. Ummu Habibah Ramlah Binti Abu Sufyan

Nama lengkapnya Ramlah binti Abû Sufyan Shakhr ibn Harb ibn Umayyah Al-Umawiy. Ia lahir 17 tahun sebelum kenabian. Abû Sufyan, ayah Ramlah adalah pemimpin suku Quraisy dan pemuka kaum kafir hingga Fath Al-Makkah. Meskipun begitu, Ramlah sudah memeluk agama Islam sejak awal mula, bahkan ia termasuk shahabiyah yang ikut hijrah ke Habasyah bersama suaminya, ‘Ubaidillah ibn Jahsy. Di Habasyah tersebut ia melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Habibah, dan dengan nama anaknya tersebut ia dijuluki Ummu Habibah. Setelah ‘Ubaidillah ibn Jahsy meninggal dunia, Nabi mengutus Ja’far ibn Abî Thalib untuk melamar Ummu Habibah kemudian menikahkannya. Nabi menikah dengan Ummu Salamah pada tahun 6 H / 7 H sedangkan Ummu Salamah masih di Habasyah. Kala itu Ummu Habibah berumur 40 tahun. Ia wafat pada tahun 42 H.

Ummu Habibah termasuk salah satu dari istri Nabi yang juga aktif meriwayatkan Hadits. Dalam Al-Kutub At-Tis’ah terdapat 144 Hadits yang disandarkan periwayatannya kepadanya. Sebagian besar Hadits yang ia riwayatkan berasal langsung dari Rasulullah, dan sebagian yang lain ia riwayatkan dari Zainab binti Jahsy. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya antara lain adalah: Habibah, Mu’awiyah, ‘Abdullah ibn ‘Utbah ibn Abû Sufyan, Abû Sufyan ibn Sa’id ibn Al-Mughirah, Salim ibn Siwar dan Abû Al-Jarrah, Abû Ash-Shalih As-Samman, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, Zainab binti Ummu Salamah, Shafiyyah binti Syaibah, dan Syahr ibn Hausyab.

Dari 144 Hadits yang disandarkan kepadanya, 50 di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal. Sisanya terdapat dalam 8 kitab Hadits sumber primer lainnya dengan distribusi tema sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari terdapat 13 Hadits yang termuat dalam 6 tema, Shahih Muslim memuat 12 Hadits riwayatnya yang terdapat dalam 4 tema, Sunan An-Nasai memuat 36 Hadits riwayatnya yang termuat dalam 5 tema, Sunan At-Tirmizi memuat 6 Hadits yang terdistribusi dalam 4 tema, Sunan ibn Majah memuat 10 Hadits riwayatnya yang terdistribusi dalam 6 tema, Sunan Abî Dawud memuat 8 Hadits yang termuat dalam 5 tema, Sunan Ad-Darimiy memuat 5 Hadits yang terdapat dalam 3 tema, dan Al-Muwatta’ memuat 1 Hadits dalam 1 tema.

6. Zainab Binti Jahsyi

Zainab binti Jahsyi ibn Rabab ibn Ya’mar pada mulanya bernama Barra’, namun ketika diperistri Rasulullah diganti namanya dengan Zainab. Sebelum nikah dengan Rasulullah, ia telah menikah dengan Zaid ibn Al-Haritsah, bekas budak dan anak angkat Rasulullah. Setelah mereka bercerai, Allah menikahkannya secara langsung melalui firmannya (Q.s. Al-Ahzab [9]: 27) tanpa wali dan tanpa saksi. Pernikahannya dengan Nabi berlangsung pada tahun 3 H. Ia meninggal pada tahun 20 H, dan merupakan orang pertama yang meninggal dunia setelah Rasulullah dari istri-istri Nabi.l

Hadits-hadistnya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Para murid yang meriwayatkan Hadits darinya adalah: Muhammad ibn ‘Abdullah ibn Jahsy; Madzkur dan Kalsum ibn Al-Musthafa, Zainab binti Abû Salamah, dan Ummu Habibah binti Abî Sufyan.

Tidak terlalu banyak Hadits yang diriwayatkan oleh Zainab. Dalam Al-Kutub At-Tis’ah hanya terdapat 27 buah Hadits yang disandarkan kepadanya. Hadits-Hadits tersebut dalam: Shahih Al-Bukhari 6 Hadits, Shahih Muslim 4 Hadits, Sunan At-Tirmizi 2 Hadits, Sunan An-Nasaiy 2 Hadits, Sunan Abî Dawud, 2 Hadits, Sunan ibn Majah, 2 Hadits, Musnad Ahmad, 8 Hadits, Al-Muwattha’ 1 Hadits.

7. Shafiyyah Binti Huyai

Shafiyah binti Huyai ibn Akhthab ibn Sa’id ibn Tsa’labah Al-Israiliyah merupakan seorang wanita bangsawan, mulya, cerdas dan memiliki kedudukan yang terpandang. Sebelumnya ia telah menikah dengan Salam ibn ‘Abd Al-Haqiq dan kemudian dengan Kinanah ibn ‘Abd Al-haqiq. Keduanya adalah penyair Yahudi. Kinanah terbunuh dalam perang Khaibar dan Shafiyyah menjadi tawanan perang. Seusai perang Khaibar, Shafiyah dinikahi Nabi dengan mahar kemerdekaannya. Ia wafat pada tahun 50 H.

Haditsnya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Sedangkan orang yang meriwayatkan Hadits darinya adalah anak saudaranya dan bekas budak-budaknya: Kinanah dan Yazid ibn Ma’tab, ‘Ali ibn Al-Husain ibn ‘Ali, Muslim ibn Shafwan, dan Ishak ibn ‘Abdullah ibn Al-Hârits.

Dalam Al-Kutub At-Tis’ah, jumlah Hadits yang disandarkan kepadanya berjumlah 25 Hadits. Masing-masing Hadits tersebut terdapat dalam: Shahih Al-Bukhari 7 Hadits, Shahih Muslim 1 Hadits, Sunan At-Tirmizi 3 Hadits, Sunan Abî Dawud 3 Hadits, Sunan ibn Majah 2 Hadits, Musnad Ahmad 7 Hadits, dan Sunan Al-Darimiy 2 Hadits.

8. Juwairiyah Binti Al-Harits

Juwairiyah binti Al-Harits ibn Abî Dhirar ibn Al-Habib Al-Khuza’iyah Al-Musthaliqiyah adalah sayyidah yang ditawan ketika kaum Muslimin mengalahkan Bani Musthaliq pada saat perang Muraisi’ (5/6 H). Rasulullah membebaskannya lalu menikahinya. Pada saat itu, Juwairiyah berusia 20 tahun.. Pernikahannya tersebut menjadi sebab dibebaskannya seratus keluarga dari Bani Musthaliq. Sebelumnya ia telah menikah dengan Musafi’ ibn Shafwan Al-Mushthaliqiy yang terbunuh pada perang Muraisi’ tersebut. Ia wafat pada tahun 56 H.
Semua hadistnya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Sedangkan orang lain yang meriwayatkan Hadits darinya adalah: ‘Abdullah ibn ‘Abbâs, ‘Ubaid ibn As-Sibaq, Abû Ayyub Al-Maraghi, Mujahid ibn Jabar, Kuraib, Kulsum ibn Al-Musthaliq, dan ‘Abdullah ibn Syidad ibn Al-Hadi.

Hadits yang disandarkan kepadanya dalam Al-Kutub At-Tis’ah jumlahnya ada 17 buah. 10 Hadits di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal, 2 Hadits terdapat dalam Shahih Muslim, dan masing-masing 1 Hadits dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Sunan Al-Tirmizi, Sunan An-Nasaiy, Sunan Abî Dawud, dan Sunan Ibn Majah.

9. Saudah Binti Zam’ah

Saudah binti Zam’ah ibn Qays ibn ‘Abd. Syams. Ia merupakan istri Rasulullah setelah wafat Khadijah. Ia menjadi istri Nabi satu-satunya sampai lebih tiga tahun sebelum masuknya ‘Âisyah dalam rumah tangga Nabi. Saudah ikut hijrah ke Habasyah dan dinikahi Nabi ketika masih di Makkah sebelum hijrah ke Madinah.. Sebelumnya ia telah menikah dengan As-Sukran ibn ‘Amr Al-‘Amiriy yang meninggal ketika hijrah ke Habasyah. Setelah ‘Âisyah masuk dalam rumah tangga Nabi, begitu juga dengan istri-istri yang lainnya, Saudah memberikan jatah kunjungan Nabi kepadanya kepada ‘Âisyah. Ia wafat pada tahun 54 H.
Semua Hadits riwayatnya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Adapun orang lain yang meriwayatkan Hadits darinya adalah Ibn ‘Abbâs, dan Yahya ibn ‘Abdillah ibn ‘Abdurrahman.

Hadits yang disandarkan kepadanya berjumlah 9 Hadits. 4 di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dalam kitab Musnad-nya dan masing-masing 1 Hadits dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Sunan At-Tirmizi, Sunan An-Nasaiy, Sunan Abî Dawud, dan Sunan Ad-Darimiy.


Hadits-hadistnya ia riwayatkan langsung dari Rasulullah. Para murid yang meriwayatkan Hadits darinya adalah:Muhammad ibn ‘Abdullah ibn Jahsy; Madzkur dan Kalsum ibn Al-Musthafa, Zainab binti Abû Salamah, dan Ummu Habibah binti Abî Sufyan. Tidak terlalu banyak Hadits yang diriwayatkan oleh Zainab. Dalam Al-Kutub At-Tis’ah hanya terdapat 27 buah Hadits yang disandarkan kepadanya. Hadits-Hadits tersebut dalam: Shahih Al-Bukhari 6 Hadits, Shahih Muslim 4 Hadits, Sunan At-Tirmizi 2 Hadits, Sunan An-Nasaiy 2 Hadits, Sunan Abî Dawud, 2 Hadits, Sunan ibn Majah, 2 Hadits, Musnad Ahmad, 8 Hadits, Al-Muwattha’ 1 Hadits.

Hadits yang disandarkan kepadanya berjumlah 9 Hadits. 4 di antaranya diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal dalam kitab Musnad-nya dan masing-masing 1 Hadits dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Sunan At-Tirmizi, Sunan An-Nasaiy, Sunan Abî Dawud, dan Sunan Ad-Darimiy.

Perempuan Non Istri Nabi yang Meriwayatkan Lebih 50 Hadits

1. Asma’ Binti Abu Bakar

Asma’ binti Abû Bakar adalah istri Zubair ibn Al-‘Awwam. Ia masuk Islam ketika masih di Makkah dan merupakan orang ke 18 yang mengimani risalah Nabi. Ia merupakan saudari ‘Âisyah, lebih tua terpaut belasan tahun. Rasulullah memberinya julukan “Dzat al-Nithaqayn” (pemilik dua ikat pinggang) karena ia pernah membelah ikat pinggangnya menjadi dua untuk mempermudah baginya membawa dan menyembunyikan bekal makanan dan minuman yang akan ia kirim untuk Rasulullah dan Abû Bakar di gua Tsur ketika akan hijrah. Zubayr menikahinya ketika ia masih berada di Makkah dan melakukan hijrah ke Madinah dalam keadaan mengandung ‘Abdullah ibn Az-Zubayr. Ia merupakan wanita Muhajirah yang wafat paling akhir. Ia wafat pada tahun 73 H, beberapa hari setelah terbunuhnya anaknya, ‘Abdullah ibn Az-Zubayr, dengan usia sekitar 100 tahun.
Asma’ binti Abu Bakar meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Orang yang meriwayatkan Haditsnya adalah: dua orang anaknya: ‘Abdullah dan ‘Urwah ibn Az-Zubair, cucunya: ‘Ubbad ibn ‘Abdullah ibn Az-Zubair, ‘Abdullah ibn ‘Urwah ibn Az-Zubayr dan Fatimah binti Al-Mundzir ibn Az-Zubayr, cicitnya: ‘Ubbad ibn Hamzah ibn ‘Abdullah ibn Az-Zubayr, bekas budaknya: ‘Abdullah ibn Kaysan, Shofiyyah binti Syaibah, ‘Abdullah ibn ‘Abbâs, Muslim Al-Ma’riy, Abû Naufal ibn Abî ‘Aqrab, ‘Abdullah ibn Abi Mulaikah, Wahab ibn Kaisan, dan sebagainya.
Dari 209 Hadits yang disandarkan kepadanya, 83 di antaranya diriwayatkan Ahmad ibn Hanbal dalam kitab Musnad-nya yang disusun secara alfabetis. Sedangkan sisanya terdistribusi dalam delapan kitab sumber primer sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari 42 Hadits; Shahih Muslim memuat 27 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 13 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 5 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 11 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 12 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 8 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 8 Hadits.

2. Zainab Binti Abu Salamah

Zainab binti Abû Salamah meriwayatkan 177 buah Hadits. Nama dan nasabnya adalah Zainab binti Abû Salamah ibn ‘Abd Al-Asad ibn Hilal ibn ‘Abdullah in ‘Umar ibn Mahzum. Ia lahir di Habasyah. Namanya adalah Burrah tapi diganti oleh Nabi dengan Zainab. Ia menjadi anak tiri Nabi setelah ibunya, Ummu Salamah, dinikahi Nabi. Zainab meninggal di Madinah tahun 73 H.
Ia meriwayatkan Hadits secara langsung dari Nabi, dan sebagian lagi ia riwayatkan dari Ummahat Al-Mu’minin ‘Âisyah, Zainab binti Jahsyi, dan Ummu Habibah binti Abû Sufyan serta dari Habibah. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya adalah: putranya: Abû ‘Ubaidah ibn ‘Abdullah ibn Zam’ah; Muhammad ibn ‘Amr ibn ‘Atha’, Humaid ibn Nafi’ Al-Madaniy, ‘Irak ibn Malik, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, Abû Salamah ibn ‘Abdurrahman, Kulaib ibn Wail, ‘Aliy ibn Al-Husayn ibn ‘Aliy, Abû Qilabah Al-Jarami, dan sebagainya.

Sebanyak 177 Hadits yang disandarkan kepada Zainab binti Abî Salamah ini terdistribusi dalam Al-Kutub At-Tis’ah: Shahih Al-Bukhari terdapat 46 Hadits; Shahih Muslim memuat 25 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 26 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 6 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 14 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 13 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 3 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 7 Hadits; Musnad Ahmad memuat 37 Hadits.

3. Nusaibah binti Ka’ab (Ummu ‘Athiyah)

Ummu ‘Athiyah terlibat dalam peperangan sebanyak tujuh kali beserta dengan Nabi. Hadits yang disandarkan kepada Ummu ‘Athiyah di dalam Al-Kutub At-Tis’ah sebanyak 119 Hadits. Nusaibah meriwayatkan Hadits-Haditsnya langsung dari Nabi, dan sebagian lainnya lagi melalui ‘Umar ibn Al-Khaththâb. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya adalah: Anas ibn Malik, Muhammad ibn Sirin dan Hafshah binti Sirin, ‘Abdul Malik ibn ‘Umayr, Isma’il ibn ‘Abdurrahman ibn ‘Athiyah, ‘Aliy ibn Al-Aqmar, dan Ummu Syarahil. Ummu ‘Athiyah kemudian berdomisili di Basrah.

Hadits riwayat Nusaibah binti Ka’ab terdistribusi dalam Al-Kutub At-Tis’ah sebagaimana terlihat berikut ini: Shahih Al-Bukhari terdapat 31 Hadits; Shahih Muslim memuat 17 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 19 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 3 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 7 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 10 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 5 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 1 Hadits; Musnad Ahmad memuat 26 Hadits.

4. Shafiyah Binti Syaibah

Shafiyyah binti Syaibah ibn ‘Usman ibn Thalmah ibn ‘Abdul ‘Uzza ibn ‘Usman ibn ‘Abd al-Dari Al-‘Abdariyah. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi, dan dari Ummu Walad Syaibah ibn ‘Usman, Ummu ‘Usman ibn Abî Sufyan ibn Harb, ‘Âisyah, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Asma’ binti Abû Bakar Ash-Shiddiq, Habibah binti Abî Najran, dan sebagainya. Haditsnya diriwayatkan oleh: anaknya: Manshur ibn ‘Abdurrahman Al-Hijabiy, anak saudaranya: ‘Abdul Hamid ibn Jubayr ibn Syaibah, anak saudaranya yang lain: Musafi’ ibn ‘Abdullah ibn Syabib, Mush’ab ibn Syaibah, Muhammad ibn ‘Imran Al-Hijabiy, Ibrahim ibn Muhajir, Hasan ibn Muslim, Qatadah, Mughirah ibn Hakim, ‘Ubaidillah ibn ‘Abdullah ibn Abî Tsaur, Ummu Shaluh ibn Shalih, dan sebagainya. Shafiyah diperselisihkan oleh para ulama tentang kesahabatannya dengan Rasulullah. Ibn Hibban memasukkannya dalam thabaqat Tâbi’în, sedangkan Al-Bukhari memasukkannya dalam thabaqat Sahabat. Pendapat Al-Bukhari inilah yang dipakai oleh Ibn Hajar Al-’Asqalânî.

Dalam Al-Kutub At-Tis’ah terdapat 106 Hadits yang disandarkan kepada Shafiyah: Shahih Al-Bukhari terdapat 13 Hadits; Shahih Muslim memuat 14 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 12 Hadits; Sunan Al-Tirmizi memuat 2 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 10 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 14 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 2 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 1 Hadits; Musnad Ahmad memuat 38 Hadits.

5. Fahitah Binti Abi Thalib (Ummu Hani’)

Fahitah merupakan saudara perempuan Ali ibn Abî Thalib. Ia masuk Islam ketika Fathu Al-Makkah dan meninggal pada masa khilafah Mu’awiyah. Haditsnya diriwayatkan langsung dari Nabi saw. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah pelayannya: Abû Murrah, Abû Shalih Bazam; cucu-cucunya: Ja’dah al-Mahzumiy, Yahya ibn Ja’far, Harun, dan ‘Abdullah ibn ‘Iyyas; suaminya: Hubayrah ibn Abî Wahab Al-Mahzumiy.

Fahithah meriwayatkan 87 buah hadis dalam Al-Kutub At-Tis’ah, yaitu: Shahih Al-Bukhari terdapat 7 Hadits; Shahih Muslim memuat 6 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 4 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 9 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 10 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 5 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 5 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 2 Hadits; Musnad Ahmad memuat 39 Hadits.

6. Fatimah binti Qays

Fathimah binti Qays ibn Khalid Al-Farasyiyah Al-Fihriyyah adalah saudara Ad-Dhahhak ibn Qays lebih tua 10 tahun. Ia merupakan shahabiyah yang melakukan hijrah pada awal mula. Ia berparas cantik dan cerdas. Suaminya bernama Abû Bakar ibn Hafsh Al-Makhzumiy, kemudian cerai lalu menikah dengan Usamah ibn Zaid. Ketika ‘Umar ibn Al-Khaththâb meninggal dunia, ahlu ay-syura berkumpul di rumahnya. Pada akhir hayatnya ia bermukim di Kufah dan meninggal di sana di tempat saudaranya yang menjadi amir di Kufah
Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Hadits-Haditsnya diriwayatkan oleh Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abû Bakar, Abû Bakar ibn Abû Al-Jahm, Abû Salamah ibn ‘Abdurrahman, Sa’id ibn Al-Musayyab, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, ‘Abdullah ibn ‘Abdullah ibn ‘Ubayd ibn Mas’ud, Al-Aswad ibn Yazid, Sulayman ibn Yasar, ‘Abdullah Al-Bahiy, Muhammad ibn ‘Abdurrahman ibn Tsauban, ‘Amir Asy-Sya’biy, ‘Abdurrahman ibn ‘Ashim ibn Tsabit, Tamim maula Fathimah binti Qays.
Dalam Al-Kutub At-Tis’ah, nama Fatimah tercatat meriwayatkan 86 buah Hadits: Shahih Muslim memuat 16 Hadits; Sunan An-Nasai memuat 27 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 5 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 8 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 5 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 4 Hadits; Al-Muwatta’ memuat 1 Hadits; Musnad Ahmad memuat 30 Hadits.

7. Asma binti Yazid (Ummu Salamah)

Asma’ binti Yazid ibn As-Sukan ibn Rafi’ ibn Imri’i Al-Qays ibn Zaid ibn ‘Abd Al-Asyhal Al-Anshariyah Al-Asyhaliyah, dikenal dengan nama Ummu Salamah, dan sebagian mengatakan, Ummu ‘Amir. Ia berbai’at kepada Rasulullah pada tahun pertama Hijriyah dan turut serta dalam Perang Yarmuk dan berhasil membunuh 9 orang tentara Romawi. Ia masih hidup beberapa lama setelah perang Yarmuk. Ia juga dikenal sebagai juru bicara para wanita. Ia wafat pada tahun 30 H.
Asma’ meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Adapun Hadits-Haditsnya diriwayatkan oleh Mahmud ibn ‘Amr Al-Anshariy, Muhajir ibn Abî Muslim, Syahr ibn Hausab, dan sebagainya.

Asma’ binti Yazid tercatat meriwayatkan 76 Hadits dalam Al-Kutub At-Tis’ah, yaitu: Sunan An-Nasai memuat 1 Hadits; Sunan At-Tirmizi memuat 8 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 7 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 7 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 2 Hadits; Musnad Ahmad memuat 51 Hadits.

Shahabiyah Non Istri Nabi yang Meriwayatkan Antara 10-50 Hadits

1. Lubabah Binti Al-Harits Ibn Hazn

Lubabah adalah saudara Maimunah binti Al-Hârits Ummu Al-Mu’minin. Ia merupakan wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah. Lubabah adalah istri ‘Abbâs ibn Abdul Muthalib. Ia meninggal pada masa khalifah ‘Usman ibn Al-‘Affan.
Lubabah meriwayatkan 48 Hadits langsung dari Rasulullah. Hadits-Haditsnya diriwayatkan oleh dua anaknya: ‘Abdullah dan Tamam, ‘Umayr ibn al-Hârits, Anas ibn Malik, Qabûs ibn Abû Al-Mukhariq, ‘Abdullah ibn al-Hârits ibn Naufal, dan Kuraib maula ibn ‘Abbâs. Hadits-Hadits riwayatnya terdapat dalam Shahih Al-Bukhari 8 Hadits; Shahih Muslim 8 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 3 Hadits; Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Sunan Ibn Majah 4 Hadits; Musnad Ahmad 18 Hadits; Al-Muwattha’ 2 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 2 Hadits.

2. Ar-Rubayyi’ Binti Mu’awwidz

Al-Rubayyi’ binti Mu’awwidz ibn ‘Afra’ binti Al-Hârits ibn Rifa’ah ibn Al-Hârits ibn Sawad ibn Malik ibn Ghanam ibn Malik ibn An-Najjar Al-Anshariyah. Ia merupakan istri Anas ibn Malik, setelah sebelumnya nikah dengan Iyyas ibn Al-Bakir Al-Laisiy. Ia juga termasuk salah seorang yang melakukan bai’at di bawah pohon untuk sehidup semati dengan Rasulullah sebelum terjadinya perjanjian Hudaibiyah. Al-Rubayyi’ juga terlibat dalam peperangan bersama dengan Rasulullah. Ia bertugas memberi minum pasukan, menyiapkan keperluan mereka, dan merawat pasukan yang terluka atau mati.
Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan hadistnya adalah anaknya: ‘Âisyah binti Anas ibn Malik, Khalid ibn Dzakwan, Sulaiman ibn Yasar, Muhammad ibn ‘Abdurrahman ibn Tsauban, Abû Salamah ibn ‘Abdurrahman, Nafi’ maula ibn ‘Umar, Abû ‘Ubaidah ibn Muhammad ibn ‘Ammar, ‘Unbadah ibn Al-Walid ibn ‘Ubadah, dan ‘Abdullah ibn Muhammad ibn ‘Aqil.
Hadits yang ia riwayatkan berjumlah 44 Hadits yang terdistribusi dalam kitab: Shahih Al-Bukhari 6 Hadits; Shahih Muslim 1 Hadits; Sunan At-Tirmizi 4 Hadits; Sunan An-Nasaiy 2 Hadits; Sunan Abî Dawud 6 Hadits; Sunan Ibn Majah 8 Hadits; Musnad Ahmad 14 Hadits; Al-Muwattha’ Malik 1 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 2 Hadits.

3. Aminah Binti Muhshan (Ummu Qays)

Ummu Qays binti Muhshan Al-Asadiyah, saudara ‘Ukasyah. Masuk Islam di Makkah sejak awal, kemudian ikut hijrah ke Madinah. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi. Adapun yang meriwayatkan Hadits-Haditsnya adalah pelayannya: ‘Adiy ibn Dinar, Abû Al-Hasan; ‘Ubaidillah ibn ‘Abdillah ibn ‘Utbah ibn Mas’ud, Wabishah ibn Ma’bad al-Asadiy, Abû ‘Ubaidah ibn ‘Abd ibn Zam’ah, ‘Amrah saudari Nafi’ maula Hamnah binti Syuja’.

Hadits yang ia riwayatkan berjumlah 34 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari 5 Hadits; Shahih Muslim 4 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 4 Hadits; Sunan Abî Dawud 4 Hadits; Sunan Ibn Majah 4 Hadits; Musnad Ahmad 9 Hadits; Al-Muwattha’ 1 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 2 Hadits.

4. Zainab Binti Mu’awiyah

Zainab binti Mu’awiyah ibn ‘Attab ibn Al-As’ad ibn ‘Amirah ibn Khatit ibn Jasyam ibn Tsaqif. Ia adalah istri ‘Abdullah ibn Mas’ud. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah dan sebagian lagi ia riwayatkan melalui ‘Abdullah ibn Mas’ud atau ‘Umar ibn al-Khaththâb. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya adalah anaknya: Abû ‘Ubaidah, ‘Amr ibn al-Hârits ibn Dhirar dan anaknya: Muhammad atau ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn Al-Hârits, Bisr ibn Sa’id dan ‘Ubaid ibn As-Sibaq.
Zainab meriwayatkan Hadits sebanyak 27 yang terdistribusi dalam kitab-kitab sebagai berikut: Shahih al-Bukhari 1 Hadits; Shahih Muslim 3 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 10 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 2 Hadits; Musnad Ahmad 8 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

5. Ummu Al-Hushain Binti Ishaq

Ummu Al-Hushain binti Ishak Al-Ahmasiyah mengikuti Haji Wada’ bersama dengan Rasulullah. Ia menyaksikan khutbah Nabi pada Haji Wada’ tersebut. Ia meriwayatkan Hadits dari Rasulullah dan sebagian melewati sahabat lainnya. Hadistnya diriwayatkan oleh cucunya: Yahya ibn Al-Hushain dan Al-‘Aizar ibn Hârits.
Hadits yang ia riwayatkan sebanyak 27 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab sebagai berikut: Shahih Muslim 5 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 2 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 17 Hadits.

6. Ummu Kurz

Ummu Kurz Al-Ka’biyyah Al-Khuza’iyyah Al-Makiyyah. Ia masuk Islam pada hari terjadinya perjanjian Hudaibiyah. Pada waktu itu, Rasulullah memberinya daging dari unta yang ia sembelih sebagai hewan kurban. Ia meriwayatkan Hadits dari Rasulullah. Haditsnya diriwayatkan oleh ‘Atha’, Thawus, Mujahid, Siba’ ibn Tsabit, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, dan sebagainya.
Haditsnya berjumlah 25 terdistribusi dalam kitab-kitab sebagai berikut: Shahih Al-Bukhari 1 Hadits; Shahih Muslim 1 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Musnad Ahmad 10 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

7. Asma Binti ‘Umays

Asma’ binti ‘Umays Al-Khasa’iyyah adalah saudari seibu Maimunah binti Al-Hârits Ummu Al-Mu’minin. Asma’ binti ‘Umays masuk Islam sejak dini ketika masih di Mekkah. Ia ikut serta berhijrah ke negeri Habasyah. Ia nikah dengan Ja’far ibn Abî Thalib, kemudian dengan Abû Bakar, lalu dengan ‘Ali ibn Abî Thalib, dan dengan masing-masing suaminya tersebut ia memiliki anak.
Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah anaknya: ‘Abdullah ibn Ja’far, cucunya: Al-Qasim ibn Muhammad ibn Abû Bakar dan Ummu ‘Aun binti Muhammad ibn Ja’far, anak saudarinya: ‘Abdullah ibn ‘Abbâs dan ‘Abdullah ibn Syidad ibn Al-Hadi, Sa’id ibn Al-Musayyab, Fathimah binti ‘Aliy, dan Abû Yazid Al-Madaniy.
Asma’ binti ‘Umays meriwayatkan 24 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab berikut: Sunan al-Tirmizi 3 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 3 Hadits; Sunan Ibn Majah 3 Hadits; Musnad Ahmad 12 Hadits; Al-Muwattha’ 2 Hadits.

8. Khaulah Binti Hakim

Khaulah binti Hakim ibn Umayyah ibn Haritsah ibn Al-Auqash ibn Murrah, panggilannya adalah Ummu Syarik. Ia adalah istri ‘Usman ibn Madh’un. Khaulah adalah satu di antara para wanita yang menyerahkan dirinya untuk Nabi saw.
Ia meriwayatkan Hadits dari Nabi. Haditsnya diriwayatkan oleh Sa’ad ibn Abî Waqqash, Sa’id ibn Al-Musayyab, Bisyr ibn Sa’ad, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, dan meriwayatkan darinya secara mursal ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz dan Muhammad ibn Yahya ibn Hibban.

Khaulah binti Hakim meriwayatkan 22 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Muslim 2 Hadits; Sunan At-Tirmizi 2 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 2 Hadits; Musnad Ahmad 13 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 2 Hadits.

9. Fatimah Binti Rasulullah

Dipanggil dengan “Ummu Ibniha” dan dikenal sebagai Az-Zahra’, lahir pada saat Nabi berusia 41 tahun. Fatimah meriwayatkan Hadits dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya adalah anaknya: Hasan dan Husain, ‘Ali ibn Abî Thalib, cucunya secara mursal: Fathimah binti Al-Husain ibn ‘Aliy. ‘Âisyah, Ummu Salamah, Anas ibn Malik, dan Salma Ummu Rafi’. Fathimah merupakan putri Nabi keempat setelah Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kulsum. Fathimah menikah dengan ‘Ali ibn Abî Thalib pada tahun 2 H, empat setengah bulan setelah Nabi membangun rumah tangga dengan ‘Âisyah. Pada waktu itu, Fathimah berumur 15 tahun 5 ½ bulan. ‘Ali hanya beristri satu hingga Fathimah wafat. Fathimah wafat kurang lebih 6 bulan setelah wafatnya Rasulullah dengan umur 27 tahun.

Fathimah binti Rasulullah meriwayatkan 19 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab berikut ini: Sunan At-Tirmizi 2 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 4 Hadits; Musnad Ahmad 9 Hadits; Al-Muwattha’ 2 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

10. Salhah Binti Milhan (Ummu Sulaim)

Ummu Sulaim binti Milhan adalah saudari Ummu Haram Al-Anshariyah. Ia merupakan ibu dari Anas ibn Malik, dan istri dari Abû Thalhah Al-Anshariy. Sebelum dengan Abû Thalhah, ia telah menikah dengan Malik ibn An-Nadhr. Mereka bercerai setelah melahirkan Anas karena Ummu Sulaim masuk Islam sedangkan Malik menolak. Ummu Sulaim kemudian dinikahi oleh Abû Thalhah yang masih musyrik dengan syarat keislamannya. Ummu Sulaim ikut perang Hunain bersama Rasulullah bertugas untuk memberikan minum kepada pasukan dan mengobati prajurit yang terluka. Ummu Sulaim adalah seorang yang sabar dan bijaksana. Ketika Abû Thalhah keluar rumah, anaknya yang sedang sakit meninggal dunia. Ia tidak mengatakannya kepada suaminya ketika ia pulang melainkan hanya mengatakan bahwa anaknya telah tenang. Setelah makan, dan melayani suaminya di tempat tidur, dan setelah segar baru ia katakan ihwal kematian anaknya tersebut secara hati-hati kepada suaminya. Karena hal tersebut Nabi mendoakan mereka berdua dengan bersabda, “Semoga Allah memberkahi malam kalian berdua.” Ummu Sulaim memiliki tujuh orang anak dan semuanya hafal Al-Qur’an.

Ia meriwayatkan Hadits dari Nabi, dan Haditsnya diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, ‘Abdullah ibn ‘Abbâs, ‘Amr ibn ‘Ashim Al-Anshariy, dan Abû Salamah ibn ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Ummu Sulaim meriwayatkan 19 Hadits yang terdistribusi sebagai berikut: Shahih Muslim 3 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Musnad Ahmad 13 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

11. Umaymah Binti Ruqaiqah

Umaymah binti Ruqaiqah adalah Umaymah binti ‘Abdullah ibn Bajad ibn ‘Umayr ibn Al-Hârits ibn Haritsah ibn Sa’ad ibn Tamim ibn Murrah. Ruqaiqah adalah nama ibunya yang merupakan saudari Khadijah binti Khuwailid Ummu Al-Mu’minin. Ia turut dalam bai’at al-nisa’. Suaminya bernama Habib ibn Ka’ab ibn ‘Umar Ats-Tsaqafiy. Umaymah kemudian pindah ke Syam, di sana ia dibangunkan rumah oleh Umayyah. Ia meriwayatkan Hadits dari Nabi dan dari para isteri Nabi. Adapun yang meriwayatkan hadisnya adalah anaknya: Hakimah dan Muhammad ibn Al-Munkadir.

Ruqaiqah meriwayatkan 17 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab sebagai berikut: Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 3 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 10 Hadits; Al-Muwattha’ 1 Hadits.

12. Ummu Jundab

Ummu Jundab Al-Azadiyah adalah ibu dari Sulaiman ibn ‘Amr ibn Al-Ahwash. Ia meriwayatkan Hadits dari Nabi saw. Adapun Haditsnya diriwayatkan oleh anaknya: Sulaiman ibn ‘Amr ibn Al-Ahwah, dan ‘Abdullah ibn Syidad ibn Al-Hadi, dan Abû Yazid maula ‘Abdullah ibn Al-Hârits.

Ia meriwayatkan 16 Hadits yang terdapat dalam kitab berikut ini: Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Sunan Ibn Majah 3 Hadits; Musnad Ahmad 11 Hadits.

13. Busrah Binti Shafwan

Busrah binti Shafwan ibn Naufal ibn Asad ibn ‘Abd Al-Uzza ibn Qushay Al-Qurasyiyah Al-Asadiyah. Busrah termasuk wanita yang ikut hijrah ke Madinah.
Ia meriwayatkan Hadits dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah Ummu Kulsum binti ‘Uqbah ibn Abî Mu’ith, ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn Al-’Âsh, Marwan ibn Al-Hakam, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, Hamid ibn ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.
Busrah meriwayatkan 16 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 6 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 5 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 2 Hadits.

14. Ummu Kulsum Binti ‘Uqbah

Ummu Kulsum binti ‘Uqbah ibn Abî Mua’ith Al-Umawiyah adalah saudari ‘Usman ibn ‘Affan dari ibu yang sama. Ia termasuk orang yang awal masuk Islam. Ia hijrah ke Madinah pada tahun 7 H, yaitu pada tahun terjadinya perjanjian Hudaibiyah. Ia menikah dengan Zaid ibn Haritsah setelah di Madinah. Setelah Zaid mati ia menikah dengan Az-Zubayr ibn Al-‘Awwam dan punya anak Zainab. Setelah cerai dengan Az-Zubayr, Ummu Kulsum nikah dengan ‘Abdurrahman ibn ‘Auf dan punya anak namanya Ibrahim dan Hamid. Setelah ‘Abdurrahman wafat, ia nikah dengan ‘Amr ibn Al-’Âsh. Sebulan bersama ‘Amr tinggal di Mesir, ia kemudian wafat.

Ummu Kulsum meriwayatkan Hadits dari Nabi dan dari Busrah binti Shafwan. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah kedua anaknya: Ibrahim dan Hamid ibn ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Ummu Kulsum meriwayatkan 15 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Al-Bukhari 1 Hadits; Shahih Muslim 1 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Musnad Ahmad 10 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

15. Judamah Binti Wahab

Judamah binti Wahab Al-Asadiyah adalah saudari ‘Ukasyah ibn Muhshan dari satu ibu. Ia meriwayatkan Hadits dari Nabi. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah ‘Âisyah Ummu Al-Mu’minin. Ia termasuk awal masuk Islamnya, dan ikut dalam bai’at al-nisa’, serta hijrah ke Madinah beserta kaumnya. Ia bersuamikan Anas ibn Qatadah, seorang sahabat Nabi yang ikut dalam perang Badar dan terbunuh ketika perang Uhud.
Judamah meriwayatkan 13 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Muslim 2 Hadits; Sunan At-Tirmizi 2 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 4 Hadits; Al-Muwattha’ 1 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

16. Hamnah Binti Jahsyi

Hamnah binti Jahsyi Al-Asadiyah adalah saudara Zainab, istri Nabi saw. Ia nikah dengan Mus’ab ibn ‘Umayr. Setelah Mus’ab terbunuh pada perang Uhud, Hamnah nikah lagi dengan Thalhah ibn ‘Ubaidillah. Dengan Thalhah dikaruniai dua orang anak yang diberi nama Muhammad dan ‘Umar. Ia ikut dalam bai’at al-nisa’ dan dalam perang Uhud yang bertugas untuk memberi minum pasukan dan merawat prajurit yang terluka.

Hamnah meriwayatkan 13 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab sebagai berikut: Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 3 Hadits; Sunan Ibn Majah 3 Hadits; Musnad Ahmad 5 Hadits; Al-Muwattha’ 1 Hadits.

17. Hawa’ (Ummu Bajid)

Ummu Bajid Al-Anshariyah adalah wanita yang ikut bai’at al-nisa’. Ia meriwayatkan 13 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 2 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Musnad Ahmad 7 Hadits; Al-Muwattha’ 2 Hadits.

18. Fatimah Binti Abi Hubays

Silsilahnya adalah Fatimah binti Abû Hubays ibn Al-Muthalib ibn Asad ibn ‘Abdul Uzza ibn Qushai Al-Asadiyah. Ia ikut hijrah ke Madinah. Fatimah meriwayatkan Haditsnya dari Rasulullah. ‘Urwah ibn Al-Zubayr meriwayatkan Hadits darinya.
Haditsnya ada 13 buah yang terdapat dalam kitab-kitab sebagai berikut: Sunan An-Nasaiy 5 Hadits; Sunan Abî Dawud 4 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 3 Hadits.

19. Nasibah Binti Ka’ab Ibn ‘Amr (Ummu ‘Umarah)

Nasibah binti Ka’ab ibn ‘Amr ibn ‘Auf ibn Mabdul ibn ‘Amr ibn Ghanam ibn Mazin ibn An-Najjar Al-Anshariyah dikenal dengan panggilan Ummu ‘Umarah. Ia adalah satu dari 2 orang Yatsrib yang mengadakan perjanjian dengan Nabi pada ba’iat al-‘aqabah kedua yang diikuti oleh 62 laki-laki dan dua orang perempuan suku Khajraj. Nasibah dalam bai’at al-‘Aqabah tersebut beserta suaminya: Zaid ibn ‘Ashim, dan dua orang anaknya: Hubaib dan ‘Abdullah. Ia menyertai Nabi dalam beberapa peperangan sebagai perawat prajurit yang terluka dan mengurusi logistik, di antaranya adalah dalam perang Uhud. Ketika sampai kepadanya kabar bahwa Hubaib, anaknya, terbunuh dalam perang oleh Musailamah, ia berjanji untuk membalas Musailamah. Pada perang Yamamah, ia ikut perang bersama Khalid ibn Al-Walid dan berhasil membunuh Musailamah, dan tangannya waktu itu terputus.

Nasibah meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi. Adapun yang meriwayatkan Hadits darinya adalah ‘Ubadah ibn Tamim, Al-Hârits ibn ‘Abdullah ibn Ka’ab, ‘Ikrimah maula ibn ‘Abbâs.

Nasibah meriwayatkan 12 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab sebagai berikut: Sunan At-Tirmizi 3 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 5 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

20. Subai’ah Binti Al-Harits

Subai’ah binti Al-Hârits Al-Aslamiyah adalah istri Sa’ad ibn Khaulah. Subai’ah melahirkan anak setengah bulan setelah kematian suaminya. Kemudian ia dilamar oleh dua orang. Hal tersebut ia tanyakan kepada Nabi apakah ia sudah boleh nikah dengan kelahiran putranya, ataukah harus menunggu masa ‘iddah-nya. Dijawab oleh Nabi bahwa ia sudah halal dan boleh menikah dengan orang yang ia kehendaki.

Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi saw. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah ‘Umar ibn ‘Abdullah ibn Al-Arqam, Masruq ibn Al-Ajda’, Rafr ibn Aus ibn Al-Hudsan, ‘Ubaid Abû Suwayyah, dan ‘Amr ibn ‘Utbah ibn Farqad.
Subai’ah meriwayatkan 11 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Al-Bukhari 3 Hadits; Shahih Muslim 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 4 Hadits; Sunan Abî Dawud 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 2 Hadits.

21. Ummu Haram Binti Malihan

Ummu Haram binti Malihan Malik ibn Khalid An-Najjariy Al-Anshariyah adalah bibi Anas ibn Malik dan istri ‘Ubadah ibn Ash-Shamit. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Rasulullah. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah anak saudarinya: Anas ibn Malik; ‘Umayr ibn Al-Aswad, Ya’la ibn Syidad ibn Aus, dan ‘Atha’ ibn Yasar. Ia nikah dengan ‘Ubadah ibn Ash-Shamit dan dikaruniai anak yang diberi nama Muhammad. Setelah dengan ‘Ubadah, Ummu Haram kemudian kawin dengan ‘Amr ibn Qays ibn Zaid Al-Anshariy. Ummu Haram bersama dengan ‘Ubadah turut serta dalam berbagai pertempuran di laut. Ia akhirnya wafat dalam salah satu pertempuran laut yang dipimpin oleh Mu’awiyah di era kekhilafahan ‘Usman ibn ‘Affan pada tahun 27 H., dan dikubur di Qibris.
Ummu Haram meriwayatkan 11 Hadits yang tersebar dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Al-Bukhari 3 Hadits; Shahih Muslim 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Sunan Ibn Majah 1 Hadits; Musnad Ahmad 2 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.

22. Ummu Hisyam Binti Haritsah

Ummu Hisyam binti Haritsah ibn An-Nu’man An-Najjariy Al-Anshariyah adalah saudara seibu dengan ‘Amrah ibn ‘Abdurrahman. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah saudarinya: ‘Amrah; Muhammad ibn ‘Abdurrahman ibn Sa’ad ibn Zurarah, Yahya ibnu ‘Abdullah ibn ‘Abdurrahman ibn Sa’ad ibn Zurarah. Ia masuk Islam dan mengikuti bai’at al-ridwan. Suaminya bernama ‘Umarah ibn Al-Hijab ibn Sa’ad ibn Qays.
Ummu Hisyam meriwayatkan 10 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih Muslim 3 Hadits; Sunan An-Nasaiy 2 Hadits; Sunan Abî Dawud 2 Hadits; Musnad Ahmad 3 Hadits.

23. Dhiba’ah Binti Az-Zubayr

Dhiba’ah binti Az-Zubayr ibn ‘Abdul Muthalib Al-Hasyimiyah adalah anak paman Nabi. Suaminya bernama Al-Miqdad ibn Al-Aswad dan memiliki anak bernama ‘Abdullah dan Karimah. ‘Abdullah terbunuh ketika perang Jamal. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi, dan sebagian ia terima dari suaminya: al-Miqdad. Adapun Hadits-Haditsnya diriwayatkan oleh anaknya: Karimah binti Al-Miqdad; Ibn ‘Abbâs, ‘Âisyah, ibn Al-Musayyab, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, Al-A’raj, dan sebagainya.

Dhiba’ah meriwayatkan 10 Hadits yang terdapat dalam kitab-kitab berikut ini:
Sunan Abî Dawud 3 Hadits; Sunan Ibn Majah 2 Hadits; Musnad Ahmad 5 Hadits.

24. Ghuzailah Binti Dawdan (Ummu Syarik)

Ummu Syarik namanya adalah Ghuzailah binti Dawdan ibn ‘Amr Al-‘Amiriyah. Ia adalah salah satu wanita yang menyerahkan dirinya untuk Nabi, tetapi tidak diterima oleh Nabi dan akhirnya tidak menikah sampai akhir hayatnya. Ia meriwayatkan Hadits langsung dari Nabi. Adapun yang meriwayatkan Haditsnya adalah Jabir ibn ‘Abdullah, Sa’id ibn Al-Musayyab, ‘Urwah ibn Az-Zubayr, dan Syahr ibn Hausab.

Ummu Syarik meriwayatkan 10 Hadits yang terdistribusi dalam kitab-kitab berikut ini: Shahih A-Bukhari 2 Hadits; Shahih Muslim 3 Hadits; Sunan At-Tirmizi 1 Hadits; Sunan An-Nasaiy 1 Hadits; Sunan Ibn Majah 2 Hadits; Sunan Ad-Darimiy 1 Hadits.
Asma’ binti Yazid tercatat meriwayatkan 76 Hadits dalam
Al-Kutub At-Tis’ah, yaitu: Sunan An-Nasai memuat 1 Hadits;
Sunan At-Tirmizi memuat 8 Hadits; Sunan Ibn Majah memuat 7 Hadits; Sunan Abî Dawud memuat 7 Hadits; Sunan Ad-Darimiy memuat 2 Hadits; Musnad Ahmad memuat 51 Hadits.

Sumber : Suara Muhammadiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALJAZEERA TV

 
Coolstreaming Channel 47362

Islam America

KAKAWIHAN

ISLAMIC VIEW

ISLAMIC WALLPAPERS

AKSES LINK OK

Bookmark and Share
Bookmark and Share