IQRA' BISMI RABBIK ...

IQRA' BISMI RABBIK ...

SHARE MY LINK

Pengunjung :

ISLAMIC FILES (video-mp3-doc-pdf-etc)

Senin, 25 Januari 2010

Masih Adakah Cinta...




Dalam bahasa Arab padanan kata cinta diistilahkan dengan Al-Hubb atau Al-Mahabbah, Al-Wadud atau Al-Mawaddah, Ar-Rahmah atau Al-Marhamah.

Ibnul Qayyim mendefinisikan Al-Hub dari turunan katanya.

Ada lima arti akar kata Hubb.

Pertama, Al-Shafa Wa Al-Bayadh yang artinya putih bersih. Habab Al-Asnan artinya bagian gigi yang putih.

Kedua, Al-'Uluw Wa Azh-Zhuhur yang artinya tinggi dan tampak. Habab Al-Ma-i artinya bagian air hujan yang deras.

Ketiga, Al-Luzum Wa Ats-Tsubut artinya tetap dan konsisten. Habb Al-Ba'ir artinya unta yang menelungkup dan tidak bangkit-bangkit.

Keempat, Lubba artinya inti atau saripati. Biji disebut Habbah karena berada pada inti buah-buahan. Jan-tung hati disebut Habbat Al-Qalb.

Kelima, Al-Hifzh Wa Al-Imsak yang artinya menjaga dan menahan. Wadah untuk menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut Hibb Al-Ma-i.

Maka dari kelima arti tersebut cinta dapat didefinisikan dengan : "Perasaan hati yang bersih dan tulus, menghargai, mengutamakan kekasihnya dengan konsisten dan menjaganya."

Sumber : Cinta Terlarang

http://subhan-nurdin.blogspot.com
Share/Bookmark

Sabtu, 16 Januari 2010

KESAKSIAN OTAK MANUSIA




Fakta tentang Otak manusia

Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah penduduk bumi abad 21 sebanyak 6.000.000.000. Ini berarti dalam kepala bayi terdapat sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet ini.

Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro. Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki.

Contoh:
Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.
Proses ini berjalan terus sehingga membentuk jejak setapak yang menyerupai jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Dan kecepatan gerak zat kimia ini jika dilihat akan seperti air terjun Niagara.

Dan diselidiki jumlah jejak pikiran ini jika dibuat bentuk teks normal akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta km!
Dengan begitu banyaknya kemungkinan tersebut otak manusia, jika seumpama keyboard dapat memainkan ratusan juta juta melodi. Tidak seorangpun yang masih hidup yang pernah mendekati penggunaan otak secara maksimal. Kekuatan otak manusia ini tidak ada batasannya. (Petr Akhonin, Ilmuwan Otak).

Beda manusia normal dengan jenius…
“Rata-rata manusia menggunakan 3% kapasitas otaknya dan jenius menggunakan 4%”
Semua serangga, ikan, burung atau hewan memiliki sel otak yang sama dengan yang kita miliki. Hanya jumlahnya lebih sedikit. Jumlah sel otak yang dimiliki inilah yang menentukan kecerdasan satu makhluk hidup.

Bandingkan dengan seekor lebah…
Seekor lebah memiliki kurang dari 1.000.000 sel otak. (1/1000.000 jumalh yg dimiliki manusia).
Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seekor lebah adalah:
Terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembang biak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas.

Jika seekor lebah dengan jumlah sel otak kurang dari satu juta dapat melakukan semua itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan oleh manusia!!

Pada waktu kecil dalam otak kita terjadi suatu ledakan. Saat itu setiap sel otak (neuron) yang jumlahnya berjuta-juta mengeluarkan sejumlah serat yang sangat halus dan kecil ke segala arah, mencari dan membuat sambungan dengan ribuan sampai puluhan ribu sel otak lainnya. Ini yang dinamakan interkoneksi. Proses ini kemudian berlanjut seterusnya seumur hidup. Pada saat lahir jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Yang akan bertambah adalah jumlah interkoneksi inilah.

Fakta penting…
Yang menentukan kecerdasan seseorang bukan jumlah sel otaknya. Sel otak kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namum, kecerdasan seseorang adalah jumlah interkonkesi sel otak ini. Jumlah interkoneksi ini sebagian besar ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Makanan Otak adalah Oksygen, Nutrisi, Kasih Sayang dan Informasi.
Dari apa yang saya baca dibukunya TONY BUZAN “BRAIN CHILD”)

Catatan:
Tuhan memberikan manusia kemapuan yang tidak terbatas yang belum pernah ter-ekplopre oleh jenius paling pintar sedunia sekalipun. Tujuan semuanya itu agar manusia bisa menaklukkan dunia dan menjadi penguasa atas semua cipataanNya. Seharusnya manusia sadar bahwa kecerdasannya itu adalah anugerah Tuhan sebagai makhluk ciptaan yang mulia yang seharusnya dipakai untuk menyembahNya dan bukan untuk menentangNya.
Semakin banyak seseorang belajar, makan semakin ia tahu bahwa betapa sedikitnya apa yang telah ia ketahui.

sumber: http://nancydinar.com

Otak Sebagai Saksi di Akhirat
Prof. DR. H. Rusdi Lamsudin*

Otak menguasai, mengendalikan, dan mencatat seluruh kegiatan manusia, seperti: gerakan seluruh bagian tubuh, pancaindera, perencanaan, peran intelektual tinggi (berbicara, belajar, menulis, membaca, dan berfikir).

Setiap fungsi kegiatan tersebut mempunyai kawasan sendiri-sendiri.
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia meninggalkan bekas dalam sel otak.
Bekas-bekas ini belum terungkap dengan jelas oleh ilmu pengetahuan.
Bekas-bekas yang tersimpan dalam otak inilah yang menjadi proses intelektual tinggi manusia.

Menarik untuk disimak hipotesis yang diajukan oleh Dr. Muhammad Ustman Najati (1982) dalam bukunya: “Al quran wa ilmu al nafs”, yang diterjemahkan oleh Ahmad Rofi’ Usmani (1985).

Dia menyatakan bahwa kelak di akhirat, otak akan berperan sebagai saksi atas segala perbuatan manusia di dunia.

Al quran telah menyatakan dengan jelas bahwa pendengaran, penglihatan, dan kulit/perasa (Q.S. 41: 19-21), lidah, tangan, dan kaki (Q.S. 24: 24 dan Q.S. 36: 65) akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di dunia.
Oleh karena segala perbuatan kita tercatat dalam sel-sel otak, maka adalah mungkin bisa berbunyi dan menyatakan semua apa yang dicatatnya, seperti tape recorder atau compact disk.

Allah-lah yang menjadikan semuanya itu, dan Allah-lah yang maha tahu bagaimana persaksian itu.
Kita kaji firman-firman Allah (Q.S. 17: 13-14; Q.S. 39: 69; Q.S. 18: 49} bahwa ada satu kitab yang terbuka , buku perhitungan, kitab yang berisi tulisan segala perbuatan setiap manusia yang diperlihatkan kelak di akhirat.
Kita tidak mengetahui apa bentuk kitab tersebut, Allah-lah yang maha tahu.
Dengan hitungan trilliunan sel-sel syaraf, entah berapa juta gigabit dapat mencatat semua kegiatan manusia.

Kalau dihamparkan lapisan-lapisan otak yang berlipat-lipat itu, diperkirakan luasnya sekitar 16 meter persegi.
Apakah hamparan otak ini yang dikatakan Allah sebagai buku tersebut, Allah-lah yang maha tahu.

Melihat fakta ini kita mestinya menjadi ingat dan sadar bahwa segala perbuatan kita yang baik, yang buruk akan tercatat, bahkan berupa niat saja tetap akan tercatat di sel-sel saraf otak tersebut.
* Guru besar neurologi, Fak. Kedokteran U.G.M. Tulisan ini pernah dimuat dalam kolom Hikmah hr. Republika 21-10-1994

sumber: internet

http://subhan-nurdin.blogspot.com

Share/Bookmark

Jumat, 15 Januari 2010

WASIAT NABI SAW SAAT GERHANA & BENCANA

WASIAT NABI SAW SAAT GERHANA & BENCANA

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Rasul SAW bersada: "Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua ayat dari ayat-ayat Allah, tidak gerhana karena kematian seseorang atau kehiduapannya. Jika kalian melihat keduanya gerhana maka berdo'alah pada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekahlah!." (Shahih al-Bukhari, I h.351)


حَدِيثُ أَسْمَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ وَهِيَ تُصَلِّي فَقُلْتُ مَا شَأْنُ النَّاسِ يُصَلُّونَ فَأَشَارَتْ بِرَأْسِهَا إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ آيَةٌ قَالَتْ نَعَمْ فَأَطَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقِيَامَ جِدًّا حَتَّى تَجَلَّانِي الْغَشْيُ فَأَخَذْتُ قِرْبَةً مِنْ مَاءٍ إِلَى جَنْبِي فَجَعَلْتُ أَصُبُّ عَلَى رَأْسِي أَوْ عَلَى وَجْهِي مِنَ الْمَاءِ قَالَتْ فَانْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ تَجَلَّتِ الشَّمْسُ فَخَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ رَأَيْتُهُ إِلَّا قَدْ رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي هَذَا حَتَّى الْجَنَّةَ وَالنَّارَ وَإِنَّهُ قَدْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ قَرِيبًا أَوْ مِثْلَ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيُؤْتَى أَحَدُكُمْ فَيُقَالُ مَا عِلْمُكَ بِهَذَا الرَّجُلِ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ أَوِ الْمُوقِنُ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ هُوَ مُحَمَّدٌ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ جَاءَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى فَأَجَبْنَا وَأَطَعْنَا ثَلَاثَ مِرَارٍ فَيُقَالُ لَهُ نَمْ قَدْ كُنَّا نَعْلَمُ إِنَّكَ لَتُؤْمِنُ بِهِ فَنَمْ صَالِحًا وَأَمَّا الْمُنَافِقُ أَوِ الْمُرْتَابُ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَتْ أَسْمَاءُ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي سَمِعْتُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيْئًا فَقُلْتُ *

Diriwayatkan dari Asma' r.a katanya: "Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah s.a.w. Aku menemui Aisyah yang ketika itu sedang shalat. Aku bertanya: Kenapa orang ramai melakukan shalat؟ Aisyah memberi isyarat dengan kepalanya ke arah langit. Aku bertanya lagi: "Tanda kebesaran Allah ?" Dia menjawab: Benar! Rasulullah s.a.w berdiri shalat cukup lama sekali, hingga aku terasa hampir pingsan. Lalu aku mencapai qirbah (satu bekas air) yang ada di sampingku dan aku menuangnya ke kepalaku dan wajahku. Ketika Rasulullah s.a.w selesai shalat, matahari telah muncul kembali. Kemudian Rasulullah s.a.w berkhutbah kepada kaum muslimin.

Baginda memuji Allah dan menyanjung-Nya. Lalu bersabda:
"Aku menyaksikan apa yang belum pernah kulihat, dan kini aku dapat melihatnya di maqamku ini, termasuk Surga dan Neraka. Sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku, bahwa kamu akan menerima ujian di dalam kubur (Siksa Kubur) yang hampir-hampir menyerupai fitnah al-Masih Ad-Dajjal." "Kamu di alam kubur akan didatangi seseorang dan bertanya kepadamu: "apakah yang kamu ketahui tentang lelaki ini"

"Adapun orang yang beriman atau orang yang yakin akan menjawab: "dia itu Muhammad. Dialah utusan Allah yang membawa bukti-bukti dan petunjuk kepada kami. Lalu kami penuhi dan taati (sebanyak tiga kali)." Kemudian dikatakan kepadanya: "Benar! Kami memang tahu bahwa engkau beriman kepadanya. "Tidurlah dengan tenang!"

Sedangkan orang munafik atau ragu-ragu dalam keimanannya akan menjawab: "Aku tidak tahu, aku hanya mendengar orang ramai membicarakannya, maka aku turut mengatakannya."

http://subhan-nurdin.blogspot.com

Share/Bookmark

ALJAZEERA TV

 
Coolstreaming Channel 47362

Islam America

KAKAWIHAN

ISLAMIC VIEW

ISLAMIC WALLPAPERS

AKSES LINK OK

Bookmark and Share
Bookmark and Share